admin-pasumut

Kisaran|pa-kisaran.go.id (28/11)

Tepat pukul 14.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB, Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. H. Alimuddin, SH, MH sosialisasikan 9 Aplikasi Badilag yang dihadiri oleh seluruh warga Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB pada Kamis (28/11).

9 Aplikasi Badilag telah diluncurkan oleh Ketua Mahkamah Agung RI pada acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati 30 Tahun Undang-Undang Peradilan Agama, Rabu (18/9) yang lalu. Pada saat itu Ketua PA Kisaran turut menghadiri acara tersebut dalam rangka menerima Sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu yang diserahkan kepada 79 Pengadilan Agama.

Menurut Ketua PA Kisaran, tujuan dibangunnya 9 aplikasi ini antara lain; untuk meningkatkan profesionalitas aparatur Pengadilan Agama, mewujudkan manajemen Peradilan Agama yang modern, meningkatkan akses masyarakat terhadap Pengadilan Agama, serta untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi badan peradilan.

9 Aplikasi Unggulan Badilag yang disosialisasikan oleh Ketua PA Kisaran yaitu:

  1. Aplikasi Notifikasi Perkara. Konsep Aplikasi ini mengirimkan pengingat informasi perkara berjalan kepada para pihak berperkara atau advocat, serta berbasis android untuk smartphone dan berbasis SMS untuk telepon selular biasa. Namun untuk yang berbasis android masih dalam tahap pengembangan oleh Tim IT Badilag. Untuk yang berbasis SMS sudah berhasil diinstal di server PA Kisaran, dan sudah dirasakan manfaatnya oleh para pihak pencari keadilan.
  2. Aplikasi Informasi Perkara dan Informasi Produk. Konsep aplikasi ini berbasis web (Chrome, Firefox, Safari, dll) yang dapat diakses melalui link https://info.aco.badilag.net dan berbasis android yang sudah tersedia di Playstore dengan kata kunci pencarian “ACO Integrated System”. Aplikasi ini menampilkan semua perkara yang pernah dijalani (untuk pencari keadilan) dan/atau perkara yang pernah ditangani (advocat). Data yang ditampilkan oleh aplikasi yaitu: data umum, riwayat perkara, keuangan perkara, riwayat persidangan, produk dari pengadilan (Putusan dan Akta Cerai).
  3. Aplikasi Antrian Sidang. Konsep Aplikasi ini menyediakan pendaftaran antrian secara online dan memberikan informasi waktu pelaksanaan sidang yang lebih tepat, sesuai dengan kebutuhannya yaitu slot pagi dan slot siang.
  4. Aplikasi Verifikasi Data Kemiskinan (Kerjasama dengan AIPJ & TNP2K). Aplikasi ini merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen Tata Laksana Badan Peradilan Agama (Simtalak Badilag), yang bekerjasama dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Manfaat dari aplikasi ini sebagai salah satu sarana verifikasi data kemiskinan, apabila para pencari keadilan tidak membawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk memverifikasi bahwa orang tersebut termasuk dalam kategori miskin, agar mendapatkan pelayanan berperkara secara prodeo.
  5. Command Center Badilag. Konsep dari aplikasi ini:
  • sebagai pusat kontrol data manajemen peradilan agama seluruh Indonesia, mengatur dan mengendalikan data berbasis teknologi informasi berupa pusat data dan memiliki ruangan khusus dengan berbagai peralatan khusus,
  • Pusat Pembinaan, pengawasan dan audit kinerja secara virtual dan realtime, Pusat pengembangan E Learning,
  • Pusat pengembangan aplikasi manajemen, terdiri dari berbagai aplikasi yang mendukung pelaksanaan tupoksi peradilan agama.
  • Sarana konsultasi dan bantuan terhadap permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan tupoksi tenaga teknis dan non-teknis pengadilan agama di seluruh Indonesia.
  1. Aplikasi e-Eksaminasi. Konsep Aplikasi ini:
  • Untuk meningkatkan profesionalisme hakim, baik segi teknis yuridis maupun administrasi perkara;
  • Mendapatkan bahan masukan berupa fakta dan data pelaksanaan hukum materiil dan formil oleh Hakim dalam memutuskan suatu perkara;
  • Mendorong Hakim untuk meningkatkan integritas, kredibilitas, dan profesionalisme dalam memeriksa dan memutus suatu perkara agar memenuhi rasa keadilan, kepastian dan kemanfaatan;
  • Mendapatkan bahan pemetaan kompetensi dan pemerataan komposisi Hakim di peradilan agama;
  • Mendapatkan bahan pembinaan yang lebih tepat sasaran guna penyusunan perencanaan peningkatan kompetensi Hakim dalam bentuk bimbingan teknis dan pendidikan serta pelatihan.
  1. Aplikasi PNBP. Konsep aplikasi ini sebagai sarana pencatatan PNBP Fungsional secara lengkap, mencakup jumlah, nomor dan transaksi perkara, sebagai sarana informasi jumlah perkara yang belum disetorkan PNBP Fungsional ke Kas Negara pada tahun berjalan dan berfungsi sebagai sarana pengukuran kinerja kasir dan bendahara penerimaan.
  2. Aplikasi e-Register Perkara. Aplikasi ini sebagai salah satu sarana validasi data SIPP satuan kerja, dan sarana pencetakan buku-buku register sesuai pola bindalmin.
  3. Aplikasi e-Keuangan Perkara. Aplikasi ini sebagai salah satu sarana validasi data keuangan perkara, sebagai sarana pencetakan buku-buku keuangan perkara dan sebagai sarana melakukan pelaporan keuangan perkara.

Masih menurut Ketua PA Kisaran, kesembilan aplikasi tersebut sudah berhasil diimplementasikan di Pengadilan Agama Kisaran. Untuk itu, beliau menghimbau kepada seluruh warga Pengadilan Agama Kisaran untuk terus meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan kepada para pihak berperkara.(#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (11/11)

“Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini di seluruh pelosok tanah air dan Perwakilan RI di Luar Negeri, kita dapat melaksanakan Upacara Bendera dan Mengheningkan Cipta secara serentak selama 60 detik untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019 dengan khidmat,” demikian sebagai pembuka amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P Batubara, yang dibacakan oleh Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. H. Alimuddin, SH, MH pada upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang digelar di halaman Kantor Pengadilan Agama Kisaran, Senin (11/11) dan diikuti oleh seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Kisaran serta para mahasiswa IAIDU Asahan yang sedang klinis hukum di Pengadilan Agama Kisaran.

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang dilaksanakan pada hari ini sesuai instruksi Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan nomor surat 1561/SEK/HM.01.2/11/2019 tanggal 6 November 2019 perihal Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 dan mengikuti tata urutan pada Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang di rilis oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Ketua PA Kisaran, Menteri Sosial RI mengharapkan agar dengan peringatan Hari Pahlawan kita lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan dan dapat membangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi “Pahlawan Masa Kini”. Menurut beliau, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun warga negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menggangu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis,  dan sebagainya.

Sebagai penutup, Menteri Sosial menyatakan, dengan menjadikan diri kita sebagai Pahlawan Masa Kini, maka permasalahan yang melanda bangsa dewasa ini dapat teratasi. Untuk itu, beliau mengajak untuk terus menerus berupaya memupuk nilai kepahlawanan agar tumbuh subur dalam hati sanubari dan menjadi Pahlawan Masa Kini yang membanggakan negeri. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (4/11)

Mahasiswa Fakultas Syariah Institut Agama Islam Daar Al Uluum (IAIDU) Asahan kembali melaksanakan klinis hukum di Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB. Sejumlah 65 orang mahasiswa/mahasiswi yang terdiri dari 20 orang mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan 45 orang mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dengan didampingi oleh Dekan Fakultas Syariah IAIDU Asahan, Taufik, S.Ag, MA diterima oleh Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. H. Alimuddin, SH, MH, di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB, pada Senin (4/11).

Taufik, S.Ag, MA, selaku Dekan Fakultas Syariah IAIDU Asahan menyampaikan bahwa mahasiswa/mahasiswi yang hadir di Pengadilan Agama Kisaran ini ditugaskan untuk mengikuti mata kuliah klinis hukum sebagai tugas praktik pengenalan lapangan (PPL) sesuai dengan program kegiatan akademik fakultas Syariah IAIDU Asahan, yang akan berlangsung selama sebulan, dimulai sejak tanggal 4 November sampai dengan tanggal 4 Desember 2019.

Dalam sambutannya, Ketua PA Kisaran mengharapkan kepada ke-65 orang mahasiswa yang akan klinis hukum di Pengadilan Agama Kisaran, agar setelah selesainya kegiatan klinis hukum di Pengadilan Agama Kisaran dapat membawa ilmu bagaimana praktek beracara di Pengadilan Agama Kisaran.

Selanjutnya beliau juga berpesan:

Pertama, Ikutilah aturan yang ada di Pengadilan Agama Kisaran, baik masalah disiplin waktu, kehadiran di persidangan, masalah kebersihan. Khusus masalah kebersihan, Ketua PA Kisaran mengharapkan para mahasiswa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat pencari keadilan yang sedang berada di area Pengadilan Agama Kisaran. Dengan semboyan “LISA”, lihat sampah ambil, walaupun sebenarnya di Pengadilan Agama Kisaran sudah ada petugas kebersihannya.

Kedua, kepada para mahasiswa agar benar-benar hadir dipersidangan, dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya bagaimana praktek beracara di pengadilan agama. Beliau berharap para mahasiswa aktif mengikuti persidangan, dan mempersilahkan jika ada yang perlu dipertanyakan, tanyakan kepada majelis hakim yang bersidang. Agar dapat menambah ilmu pengetahuan dan dapat diandalkan di dalam masyarakat.

Ketiga, jangan lupakan jasa-jasa kedua orang tua, guru-guru dan dosen serta jangan lupa beribadah kepada Allah SWT. Dengan mengutip ceramah ustadz Abdul Somad, beliau berkata, “Jadikan orang tua mu raja, maka kamu pun akan jadi raja. Artinya, hargai, hormati orang tua kita, Insya Allah kita pun akan menjadi.”

Menutup sambutan dan arahannya, dengan mengucap basmalah, beliau secara resmi menerima mahasiswa Fakultas Syariah IAIDU Asahan untuk melaksanakan klinis hukum di Pengadilan Agama Kisaran. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (1/11)

Bertempat di Ruang Lobi Pengadilan Agama Kisaran, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Asahan kembali mengadakan kegiatan donor darah di Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB, Jumat (1/11). Kegiatan serupa sebelumnya telah pernah diadakan di Pengadilan Agama Kisaran pada medio September 2018 yang lalu. Kala itu, sebelum kegiatan donor darah dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan sosialisasi tentang manfaat donor darah oleh PMI Kabupaten Asahan.  Berdasarkan pengalaman yang telah lalu, seperti ketagihan, warga PA Kisaran kembali mengadakan kegiatan tersebut.

Namun, tidak semua aparatur Pengadilan Agama Kisaran dapat menyumbangkan darahnya, karena sebelumnya diadakan pemeriksaan terlebih dahulu, apakah yang bersangkutan dalam keadaan sehat dan siap untuk diambil darahnya. Beberapa orang pegawai dan hakim ternyata sedang dalam kondisi kurang sehat, sehingga dinyatakan belum bisa mengikuti kegiatan donor darah kali ini. Sekretaris PA Kisaran, Joni, S.Ag, mengatakan bahwa akan ada kegiatan serupa di lain hari untuk mengakomodir warga PA Kisaran yang belum bisa turut serta dalam kegiatan ini. “Nanti kita jadwalkan lagi dengan PMI,” demikan beliau sampaikan.

Menjelang tengah hari, kegiatan donor darah telah berhasil mengumpulkan 15 kantong darah. Jumlah ini meningkat dari kegiatan sebelumnya yang hanya mengumpulkan 10 kantong darah. PMI Kabupaten Asahan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh aparatur PA Kisaran yang telah menyumbangkan darahnya kepada PMI dan berharap kegiatan serupa dapat kembali diadakan di PA Kisaran. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (29/10)

“Zona Integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik” demikian disampaikan oleh Drs. Khairuddin, MH selaku Ketua Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM pada Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB sebagai kalimat pembuka dalam acara sosialisasi yang digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kisaran, Selasa (29/10) dan dihadiri oleh seluruh warga Pengadilan Agama Kisaran.

Menurut beliau, Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM perlu disosialisasikan kepada seluruh warga Pengadilan Agama Kisaran agar seluruh aparatur Pengadilan Agama Kisaran bersih dan bebas dari praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dan terwujudnya peningkatan kualitas pelayan kepada masyarakat pencari keadilan.

Sebelumnya, Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB telah mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM di Pengadilan Agama Kisaran pada Jumat tanggal 15 Februari 2019 yang lalu. Acara deklarasi tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Asahan dan undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB, Drs. H. Alimuddin, SH., MH optimis bahwa pembangunan Zona Integritas dapat dilaksanakan di Pengadilan Agama Kisaran. “Kami menyadari bahwa ini merupakan tugas yang berat, namun dengan kebulatan tekad, Insya Allah pembangunan Zona Integritas ini akan mampu dilaksanakan dengan baik sesuai dengan deklarasi yang kami ucapkan dan tanda tangani”, tegas beliau. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (25/10)

Majelis Hakim Pengadilan Agama Kisaran yang terdiri dari Drs. Khairuddin, MH selaku Ketua Majelis, Dr. Hj. Devi Oktari, SHI, MH dan Mhd. Taufik, SHI masing-masing sebagai Hakim Anggota dan dibantu oleh Rosmintaito, SH selaku Panitera Pengganti, melaksanakan sidang pemeriksaan setempat (Descente) pada hari Jumat (25/10) atas perkara gugatan Harta Bersama dengan nomor register 825/Pdt.G/2019/PA.Kis yang terdaftar di Pengadilan Agama Kisaran pada tanggal 6 Mei 2019. Objek sengketa harta bersama terletak di Desa Prapat Janji dan Desa Buntu Pane, Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.

Bertempat di Kantor Kepala Desa Prapat Janji, sidang pemeriksaan setempat dibuka oleh Drs. Khairuddin, MH selaku Ketua Majelis dengan dihadiri oleh Penggugat beserta Kuasa Hukumnya dan Tergugat. Selanjutnya Majelis Hakim bersama Penggugat, Kuasa Hukum Penggugat dan Tergugat bergerak menuju lokasi objek sengketa. Perjalanan menuju lokasi cukup sulit, karena merupakan lahan perkebunan sawit. Jalan berlumpur, semak belukar tak menyurutkan semangat Majelis Hakim dalam melaksanakan tugas yang diemban.

Pelaksanaan descente kali ini diwarnai dengan sedikit insiden, ketika Drs. Khairuddin, MH terpeleset karena licinnya jalan yang dilalui. Beliau terjatuh dan mengalami sedikit memar. Insiden tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap melaksanakan tugas. Sidang pemeriksaan setempat tetap dpat dilanjutkan dan selesai menjelang sore hari. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id (2/10)

Pengadilan Agama Kisaran kembali mengadakan kegiatan Pembinaan Mental (Bintal) pada hari Rabu (2/10). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan sehabis sholat Ashar dan diikuti oleh seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Kisaran, kali ini diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ervy Sukmarwati, SHI, MH, hakim Pengadilan Agama Kisaran Kelas. Berikut isi ceramah yang disampaikan oleh beliau:

Alkisah ada seorang Raja yang sedang termenung melihat taman didepan istananya. Ia gelisah karena tidak pernah merasakan ketenangan dan sulit sekali menemukan kebahagiaan. Kesehatannya mulai menurun karena ia mulai susah tidur karena banyaknya pikiran yang mengganggu. Padahal selama ini ia tidur didalam kamar yang mewah dan menggunakan kasur yang empuk.

Ditengah lamunannya, sang Raja melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja sambil tertawa. Setiap hari ia datang dengan senyuman dan pulang dengan keceriaan. Padahal gajinya sangat pas-pasan dan rumahnya begitu sederhana. Tidak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Saat dia pulang keluarganya telah menunggu dengan hidangan makanan seadanya dan keluarga kecil ini pun makan dengan bahagia. Raja pun heran melihat orang ini.

Ia memanggil penasihatnya yang bijak dan bertanya: “Hai penasihatku, telah lama aku hidup ditengah kegelisahan, padahal aku memiliki segalanya.Tapi …, Aku sungguh heran melihat tukang kebun itu. Tidak pernah tampak kesedihan di wajahnya. Kadang-kadang ia tertidur di bawah rindangnya pohon, seperti tidak ada beban dalam hidupnya,  padahal ia tidak memiliki apa-apa”.

Si penasihat yang bijak tersenyum dan berkata, “Semuanya ditentukan dengan resep 99″. “Bila tukang kebun itu terkena resep ini, maka hidupnya akan gelisah dan ia tidak akan bisa tidur.” “Apa yang kau maksud dengan resep 99 ?” tanya Raja. “Besok malam perintahkan prajurit untuk mengantarkan hadiah kepadanya. Sediakan satu kotak uang dan tulislah 100 dinar. Namun isi lah kotak itu dengan 99 dinar saja.” Raja pun menuruti saran dari penasihatnya.

Ketika hari mulai gelap, prajurit mengetuk pintu rumah tukang kebun ini dengan membawa hadiah. Si tukang kebun membuka pintu rumahnya dan terkejut melihat prajurit membawa kotak hadiah. “Ini hadiah dari raja untukmu.” kata si prajurit. “Ya, sampaikan terima kasihku kepada raja.” jawab tukang kebun sambil kegirangan melihat kotak dengan tulisan 100 dinar. Belum pernah ia memiliki uang sebanyak itu. Ia segera membawa masuk kotak itu dan menghitungnya bersama keluarga.

Namun anehnya, jumlah uang didalam kotak itu hanya 99 dinar. Dia pun menghitung ulang lagi, tapi tetap jumlahnya 99. Dia yakin, pasti ada 1 uang yang jatuh. Dia pun mulai mencari-cari di sekitar pintu, tapi tidak menemukan apa-apa. Akhirnya dia mencoba untuk menelusuri sepanjang jalan menuju istana. Semalaman ia mencari tapi tetap tidak menemukan apa-apa.

Matahari mulai terbit, Raja beserta penasihatnya menanti tukang kebun ini. Tidak berapa lama dia datang dengan wajah yang masam dan merengut. Raja pun kaget dan bertanya pada penasihatnya, “Apa yang terjadi? Tidak biasanya ia datang dengan wajah seperti ini !” Penasihat raja menjawab, “Duhai Raja, begitulah kehidupan. Kita memiliki banyak hal namun kita mencari yang tidak kita miliki. Orang ini mendapatkan 99 dinar secara cuma-cuma namun ia sibuk mencari 1 dinar yang hilang.”

Jadi munculnya kegelisahan hati karena kita sibuk mencari sesuatu yang tidak Kita miliki, sementara  Kita tidak pernah mensyukuri 99 anugerah yang Kita miliki. Dan sang Raja pun terhenyak dan sadar akan kesalahan nya. “Ya benar, Inilah jawaban atas kegelisahan ku selama ini”, kata Raja. “aku kurang mensyukuri segala anugerah yang sudah ku terima sampai saat ini !” Raja pun gembira dan menjadi bahagia karena sudah menerima jawaban atas kegelisahannya selama ini.

Kisah ini memberi pelajaran yang sangat berharga bahwa nikmat kebaikan Allah telah dicurahkan begitu banyak kepada Kita, namun seringkali banyak diantara kita masih saja sibuk mencari dan mencari menanti dan  menanti sesuatu yang belum tentu ada sehingga kita lupa mensyukuri dengan apa yang sudah Kita terima dan kita miliki. Hargai apa yang kita miliki saat ini. Kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada mereka yang tidak pernah bersyukur. (#2144)

Kisaran|pa-kisaran.go.id

“Sebenarnya Pak Dirjen berpesan agar hasil pembinaan ini disampaikan hari Senin kemarin, namun karena di hari Senin dan Selasa kemarin kita banyak kegiatan sidang, maka baru hari ini kita bisa sampaikan hasil pembinaan dari Bapak Dirjen Badilag,” demikian disampaikan Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. H. Alimuddin, SH, MH dalam mengawali penyampaian hasil pembinaan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Dr. Drs. H. Aco Nur, SH, MH yang digelar pada Kamis (26/9) di Hotel Grand Kanaya Medan. Acara sosialisasi Pembinaan Dirjen Badilag tersebut di gelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Agama Kisaran, dan dihadiri oleh seluruh hakim dan pegawai Pengadilan Agama Kisaran, minus Wakil Ketua yang sedang menjalani cuti tahunan.

Seperti diketahui sebelumnya, Dirjen Badilag memberikan pembinaan kepada Pengadilan Tinggi Agama Medan dan pengadilan agama se-Sumatera Utara yang dilaksanakan pada hari Kamis (26/9) lalu. Kegiatan ini di gelar di Hotel Grand Kanaya Medan, Jalan Darussalam No.12, Sei Sikambing D, Kota Medan. Pada kesempatan tersebut, Beliau juga didaulat untuk meluncurkan 8 (delapan) aplikasi buatan Pengadilan Tinggi Agama Medan. Ketua PA Kisaran bersama-sama dengan Wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris PA Kisaran turut hadir dalam acara tersebut.

Point-point penting yang disampaikan oleh Dirjen Badilag, menurut Ketua PA Kisaran, bahwa PERMA 1 Tahun 2019 memuat hal-hal baru sebagai pengembangan dari PERMA 3 Tahun 2018, antara lain:

  • Pengguna layanan e-Court tidak hanya terbatas pada Pengguna Terdaftar (advokat) tapi juga telah bisa digunakan oleh Pengguna Lain yang meliputi: perorangan, Jaksa Pengacara Negara, Biro Hukum Pemerintah/ TNI/POLRI, Kejaksaan RI, Direksi/ Pengurus atau Karyawan yang ditunjuk badan hukum (in-house lawyer), kuasa insidentil yang ditentukan undang-undang.
  • Proses Persidangan yaitu pada tahap jawaban, replik , duplik dan kesimpulan bisa dilakukan secara elektronik.
  • Dalam proses pembuktian dimungkinkan Pemeriksaan Saksi secara jarak jauh dengan menggunakan media komunikasi audio visual.
  • Pembacaan Putusan dilakukan secara elektronik, artinya para pihak tidak perlu hadir di persidangan, putusan akan dikirimkan ke domisili elektronik (e-mail) dan memiliki kekuatan dan akibat hukum yang sah.
  • Upaya Hukum Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali bisa dilakukan secara elektronik.
  • Tidak hanya perkara Gugatan, perkara Permohonan dan Gugatan Sederhana bisa dilakukakan secara elektronik.

Selain menyampaikan hasil pembinaan tersebut, Ketua PA Kisaran juga mengharapkan agar seluruh aplikasi yang telah diluncurkan, baik oleh Badilag maupun PTA Medan, dapat segera diterapkan di Pengadilan Agama Kisaran. Untuk itu, beliau memerintahkan kepada Sub Bagian Teknologi Informasi Pengadilan Agama Kisaran segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait terutama kepada Satgas TI PTA Medan, agar seluruh aplikasi tersebut dapat berjalan di Pengadilan Agama Kisaran. (#2144)

 

Kisaran|pa-kisaran.go.id (1/10)

Menindaklanjuti  surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 1414/SEK/HM.01.2/9/2019 tanggal 27 September 2019 Perihal Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019, Pengadilan Agama Kisaran menyelenggarakan  Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Selasa (1/10) di Halaman Kantor Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 73, Kisaran yang diikuti oleh seluruh Hakim, Pegawai dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) Pengadilan Agama Kisaran Kelas IB dan dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB.

Wakil Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. Khairuddin, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara, dikarenakan Ketua Pengadilan Agama Kisaran, Drs. H. Alimuddin, SH, MH memenuhi undangan Bupati Asahan untuk mengikuti upacara yang sama di Kantor Bupati Asahan. Sebagai Komandan Upacara, Saiful Anwar, SH (Jurusita), Naskah Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 dibacakan oleh Dedy Rikiyandi, SHI (Panitera Pengganti), Naskah Ikrar dibacakan oleh Sekretaris Pengadilan Agama Kisaran, Joni, S.Ag dan Naskah Doa dibacakan oleh Khairu Zikri, SHI (Kepala Sub Bagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan).

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan dalam suasana khidmat, tertib dan sederhana dan mengikuti tata urutan pada Pedoman Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019 yang di susun oleh Panitia Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2019. (#2144)