Website PA akan Dinilai Ulang | (18/12)


Oleh Achmad Cholil
Sabtu, 18 Desember 2010 02:19

Website PA akan Dinilai Ulang

Kanan ke kiri: Matthew Byrne, M. Faiz Aziz, Dirjen Badilag, Mega H. Ramadhani, Seruni Lissari Saerang, Binziad Kadafi, Achmad Cholil, dan Sebastiaan Pompe.

Jakarta | badilag.net

“Assessment (penilaian) atas website Peradilan Agama yang telah dilakukan oleh NLRP (National Legal Reform Program) beberapa waktu lalu sangat berguna bagi kami di Peradilan Agama. Penilaian itu memotivasi kawan-kawan di pengadilan untuk meningkatkan performa situs masing-masing,” ungkap Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, Jumat pagi (17/12/2010) di Kantor NLRP Jakarta

 

Lebih lanjut Dirjen berharap assessment serupa bisa dilakukan NLRP dengan sistem, standar dan pola yang sama sehingga bisa diketahui progress masing-masing pengadilan. “Kalaupun karena satu dan lain hal NLRP tidak bisa melakukan penilaian ulang, kami berharap penilaian itu bisa dilakukan lembaga lain diluar pengadilan (outsider) dengan memakai mekanisme yang digunakan NLRP,” imbuh Dirjen.

 

Dirjen Badilag mengunjungi kantor NGO yang dibiayai pemerintah Belanda tersebut atas undangan Sebastiaan Pompe, Program Manager NLRP, untuk berdiskusi dengan Matthew Byrne, Senior Counsel Legal Department IMF, mengenai program yang telah dijalankan NLRP selama ini.

“Terima kasih atas kedatangan Pak Wahyu ke kantor kami. Pak Wahyu pernah datang kesini untuk memberikan komentar dan apresiasi atas assesment yang kami lakukan atas website PA. Matthew ingin mendengar langsung tanggapan Pak Wahyu atas assesment tersebut dan harapan-harapan Bapak ke depan,” ujar Pak Bas, panggilan Sebastiaan Pompe, yang didampingi Binziad Kadafi dan Muhammad Faiz Aziz, masing-masing sebagai Fiel Manager dan Legal Researcher NLRP.

Dirjen intinya berharap penilaian serupa dapat dilakukan secara periodik mengingat pentingnya penilaian tersebut untuk menjaga konsistensi pengadilan dalam memberikan transparansi informasi kepada publik. Apapun yang terjadi, ‘the show must go on’, kata Dirjen.

“Kami senang sekali Peradilan Agama memberikan respon positive atas assesment tersebut. Bahkan pasca penilaian tersebut, banyak website pengadilan agama yang melonjak nilainya,”ujar  Binziad.

“Minggu yang akan datang kita akan menerbitkan Quarterly Fact Sheet yang salah satu isinya adalah assessment atas website Pengadilan Tinggi Agama. Yang mengejutkan adalah, ada satu PTA yang mendapatkan skore yang sempurna. Semua standar menu yang kita tetapkan sudah ditampilkan dengan baik oleh situs PTA tersebut,” tambah Faiz Aziz yang bersama Mega H. Ramadhani menangani penilaian website di NLRP. (c)