KETUA MAHKAMAH AGUNG TIDAK LELAH INGATKAN WARGA PERADILAN UNTUK JAGA KESEHATAN

Surabaya-Humas: Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., merupakan orang nomor satu di Mahkamah Agung. Layaknya seorang ayah kepada anaknya, selain memimpin, Ketua Mahkamah Agung (KMA) juga senantiasa memberikan perhatian dan nasihat kepada ribuan warga peradilan di seluruh Indonesia. 

Tidak hanya secara informal, bahkan pada acara-acara resmi pun Ketua Mahkamah Agung tidak pernah lelah menyampaikan  pesan cinta kepada keluarga besarnya. Salah dua contoh pesan cinta tersebut adalah agar seluruh warga peradilan di manapun selalu menjaga kesehatan dan menyayangi keluarga. 

Semenjak pandemi covid-19,  Prof. Syarifuddin memiliki satu pesan khusus yang tidak pernah lupa ia sampaikan. Hakim yang memulai karier sebagai claon hakim di Pengadilan Negeri Banda Aceh ini senantiasa mengingatkan kolega dan anak buahnya untuk menjaga kesehatan dan patuh terhadap protokol kesehatan. Demikan pula, pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan Pembinaan kepada para Ketua,Wakil Ketua, Hakim, Panitera, serta Sekretaris pada pengadilan Tingkat Banding dan Tingkat Pertama di seluruh Indonesia pada Jum’at 17 Desember 2021.   

Sebelum memberikan poin-poin Pembinaan, Mantan Kepala Badan Pengawasan itu  mengimbau kepada para hakim dan aparatur peradilan di seluruh Indonesia agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan tidak melakukan mudik ke kampung halaman. karena, hal itu dikhawatirkan akan berpotensi menimbulkan ledakan baru penularan Covid-19, terlebih varian Omicron sudah dikabarkan masuk ke Indonesia.

“Kita juga bisa berkaca pada peristiwa yang terjadi di India bulan April yang lalu pasca masyarakat secara berbondong-bondong melakukan ritual masal keagamaan di Sungai Gangga, dalam waktu satu hari ratusan ribu warga India terpapar Covid-19 dan belasan ribu orang meninggal dunia,” ujar Hakim kelahiran Baturaja.

“Saya tentunya memahami bahwa hal ini akan dirasakan sangat berat, khususnya oleh para Umat Nasrani, karena tidak dapat merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman, namun kita harus bersabar dan menahan diri demi keselamatan kita bersama. Semoga tahun depan pandemi Covid-19 sudah benar-benar hilang dari muka bumi ini, sehingga kita dapat merayakan hari besar keagamaan bersama keluarga di kampung halaman masing-masing,” tambahnya. (azh/RS)

Sumber: Mahkamah Agung RI