Oleh Hirpan Hilmi
Jumat, 08 April 2011 09:55

Web Peradilan Agama : Best of the Best

Website tiga Pengadilan Agama dan dua Pengadilan Tinggi Agama menempati lima besar “Best of the Best” dari seluruh website di empat lingkungan peradilan.

Web PA Bantul, web pengadilan terbaik dari yang terbaik

Jakarta | badilag.net (8/4/2011)

Februari 2011, NLRP kembali merilis penilaian website untuk lingkungan peradilan melalui buku yang berjudul “Sebuah Penilaian Atas Website Pengadilan Tahun 2010”.

Tidak seperti biasanya, kali ini NLRP memberikan penilaian untuk  seluruh website di empat lingkungan peradilan yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, TUN dan Militer secara bersamaan.

Sebelumnya, penilaian dilakukan secara terpisah. Pada edisi pertama QFS, lembaga peradilan yang dinilai adalah Pengadilan Tinggi (PT), edisi kedua giliran Pengadilan Negeri (PN). Menyusul kemudian di edisi ketiga dan keempat, Pengadilan Agama (PA) dan Pengadilan Tinggi Agama (PTA).

Di edisi ini, penilaian berdasarkan nilai skor informasi dengan mengesampingkan kategori tingkatan peradilan, entah itu pengadilan tingkat pertama ataupun peradilan tingkat banding, serta kategori lingkungan peradilan, baik lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Tun maupun Militer.

Yang menggembirakan, lima besar website pengadilan “best of the best” dari seluruh lingkungan peradilan  ditempati oleh tiga website Pengadilan Agama dan 2 website Pengadilan Tinggi Agama.

Di urutan pertama ditempati oleh Pengadilan Agama Bantul (31), kedua Pengadilan Agama Yogyakarta (30), selanjutnya Pengadilan Agama Sleman (30).

Urutan ke empat, Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta (30) dan di ke lima ditempati oleh Pengadilan Tinggi Agama Surabaya (29).

Dalam perbincangan melalui telepon seluler dengan redaktur badilag.net tadi malam (7/4), Dirjen badilag yang sedang berada di Yogyakarta menginformasikan ekspresi kegembiraan warga pengadilan di wilayah PTA Yogyakarta.

Sangatlah beralasan, dari enam satker di wilayah PTA Yogyakarta, empat diantaranya menduduki posisi terbaik dari yang terbaik.

Dalam perbincangannya, Dirjen yang dari awal begitu mendukung terhadap kegiatan penilaian web ini, juga sangat mengapresiasi terhadap pencapaian tersebut. “Selamat untuk peraih best of the best. Kepada satker lain, saya berpesan untuk terus meningkatkan kualitas websitenya“ pesannya melaui redaktur badilag.net.

Skor Rata-rata

Saat berkunjung ke kantor NLRP pada Oktober 2010, Dirjen Badilag secara terus terang mengakui bahwa hasil penilaian yang dilakukan NLRP mampu memotivasi Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama untuk memperbaiki websitenya agar informasi publik yang disajikan menjadi lebih lengkap.

Dengan penilaian kuantitatif, lanjutnya, setiap pengadilan dapat mengukur kualitas informasi dan jenis informasi yang sudah dan belum dimunculkan.

Terbukti, dalam buku yang diterbitkan dalam versi dua bahasa tersebut, rata-rata skor untuk website Pengadilan Agama per Januari 2011 sebesar 16,4, meningkat dari penilaian sebelumnya dengan rata-rata 11,1. Begitupun skor untuk website Pengadilan Tinggi Agama, rata-rata 17,1.

Hal Menarik

NLRP merilis juga beberapa temuan dalam penilaiannya, diantaranya masih adanya inkonsistensi antara menu dengan substansi informasi atau conten yang disajikan.

Juga, berita menjadi informasi yang selalu di-update dibandingkan dengan menu informasi publik lain. Dalam bukunya, NLRP menilai bukan berarti menu tersebut tidak penting, akan tetapi menu-menu lain seperti putusan, prosedur berperkara dan jadwal sidang jauh lebih penting bagi pencari keadilan.

Selain itu, masih banyak website yang belum memberikan informasi yang berkaitan dengan pengawasan. Di samping itu, domain website juga belum seragam.

Satu hal yang tidak kita miliki yaitu informasi kegiatan hakim, yang berisi jumlah dan jenis perkara yang ditanganinya. Dari 807 pengadilan, hanya Pengadilan Tinggi Banjarmasinlah yang memiliki informasi hakim selengkap itu.

(Hirpan Hilmi)