WhatsApp Image 2022-03-04 at 18.24.54

Bandar Lampung. badilag.mahkamahagung.go.id

Senin 28 Februari 2022 hingga Rabu 2 Maret 2022, Tim Redaktur menyelesaikan pembuatan Majalah Peradilan Agama Edisi XX. Bertempat di Emersia Hotel & Resort yang beralamat di Jl. Wolter Monginsidi No.70, Pengajaran, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung tempat digelarnya acara penyusunan Majalah Peradilan Agama Edisi XX.

Senin (28/2) kegiatan penyusunan majalah secara resmi dibuka oleh Arief Gunawansyah, S.H., M.H. (Kabag Organisasi dan Tatalaksana pada Sekretariat Ditjen Badilag Mahkamah Agung RI), dalam sambutannya, ia menyampaikan seharusnya yang membuka acara ini adalah Bapak Dirjen Badilag, namun oleh karena Pak Dirjen ada kegiatan pembinaan, sehingga beliau tidak bisa hadir untuk membuka acara penyusunan majalah. Ungkapnya

Ia melanjutkan, Pimred Majalah Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., sedianya juga akan membuka acara, namun oleh karena beliau bersama Bapak Sekretaris Mahkamah Agung dalam suatu acara, sehingga Pimpinan Redaksi belum bisa hadir.

WhatsApp Image 2022-03-04 at 18.24.53

Arief Gunawansyah, S.H., M.H., juga menceritakan sejarah lahirnya Majalah Peradilan Agama pada tahun 2012. Perjuangan panjang dalam mempertahankan eksistensi majalah.

“saya berharap, penyusunan Majalah Edisi XX tetap memiliki kualitas yang sangat baik. Majalah kita ini sebenarnya merupakan semi jurnal, sehingga senantiasa ditunggu oleh para penggemarnya. Majalah kita sangat berbeda dari Majalah yang lain” tegasnya.

Penyusunan majalah edisi XX ini, dihadiri lengkap oleh seluruh tim redaktur. Redaktur Senior yang saat ini menduduki jabatan struktural (Pimpina Pengadilan Kelas I B dan Kelas II) bisa hadir. Dan juga, para Redaktur Millenial (saya tidak menyebut redaktur junior) hadir lengkap juga. Saya yakin, Majalah edisi XX ini akan menjadi majalah yang sangat menarik.

Sekretaris Redaksi Majalah, Abdul Halim, S.H.I., M.H., mengungkapkan “tema besar majalah kali ini adalah membangun kesatuan hukum. Kita akan mengupas beberapa pokok tema dalam 4 laporan utama” terangnya.

Untuk konten majalah, masih mirip dengan edisi pada dua majalah sebelumnya, yakni edisi XVIII dan XIX. Kita juga mempertahankan rubrik judex factie, judex juris, tentang perempuan dan anak, serta blue print Mahkamah Agung RI. Juga, ada pojok digital yang berisi tentang inovasi yang dimiliki oleh Badilag maupun Mahkamah Agung RI. Di akhir Majalah, tetap ada kolom Pimred yang berisi kajian Berani Keluar Dari Zona Nyaman, jelas Sekretaris Redaksi.

Setelah melakukan diskusi panjang selama tiga hari. Akhirnya pada Rabu 2 Maret 2022 tim redaksi berhasil menyelesaikan penyusunan Majalah edisi XX. Selanjutnya, naskah majalah akan dilakukan layouting untuk selanjutnya ke tahap percetakan. Mudahan-mudahan dalam waktu yang tidak lama, Majalah Peradilan Agama Edisi XX dapat dinikmati oleh para pecintanya, baik dalam bentuk digital maupun non digital. (Red.AHB) 

Sumber: Badilag