Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Disaksikan Dirjen Badilag Dr. Drs. Aco Nur, S.H., M.H, tiga puluh eman Ketua MS/PA Kelas IA menandatangani kontrak kinerja, Jum’at (21/2). Acara yang dilaksanakan di Gedung Sekretariat MA, lantai 12, ini juga dihadiri ketua PTA Jakarta, para pejabat eselon II dan III Ditjen Badilag. Dari tiga puluh tujuh ketua MS/PA yang diundang untuk manandatangani kontrak kinerja, hanya tiga puluh enam yang hadir. Satu orang berhalangan karena sakit.

Para Ketua MS/PA kelas IA ini juga menerima Surat Keputusan (SK) Promosi dan Mutasi berdasarkan pengumuman hasil TPM tanggal 6 Februari 2020. SK promosi dan mutasi ini diserahkan langsung oleh Dirjen Badilag.

Dirjen Badilag dalam pembinaannya mengatakan, penyerahan langsung SK promosi dan mutasi ini merupakan kali kedua dilakukan oleh Ditjen Badilag. Ia menjelaskan, MS/PA kelas IA merupakan role model dan inspirasi bagi PA yang lain. “Kenapa hanya ketua MS/PA kelasi IA yang merima SK secara langsung, karena MS/PA kelas IA adalah contoh bagi PA kelas IB dan kelas II,” tutur Aco Nur.

Acu Nur juga berharap kepada para ketua MS/PA kelas IA yang baru mendapat SK, untuk menjalankan amanah dan menjadikan peradilan agama lebih baik. “Saya juga mengapresiasi bapak dan ibu yang telah merespon dengan cepat kebijakan Ditjen Badilag,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, dilakukan pemutaran video tentang profil pengadilan Agama khususnya tentang dekorum ruang sidang dan K3 (kebersihan, kenyamanan dan keindahan ). Pemutaran video Profil tiga puluh tujuh PA dilakukan secara bergiliran dan dinilai oleh juri yang terdiri dari para pejabat eselon II Ditjen Badilag .

Hasilnya, dari tiga puluh tujuh MS/PA terdapat lima MS/PA yang menurut penilaian tim juri masih belum menerapkan K3.”Terdapat lima MS/PA yang belum menerapkan K3. Dari ruang sidang yang tidak sesuai standar, kamar mandi masih kotor dan berlumut serta area parkir kotor. Kalau fasilitas seperti ini, bagaimana bisa melayani masyarakat dengan baik. Sudah saatnya kita memanjakan masyarakat pencari keadilan,” ujar Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H, M.M, mewakili tim juri penilai.

Dari hasil Penilaian ini Aco Nur berharap, lima MS/PA untuk segera memperbaiki ruang sidang dan beberapa fasilitas bagi masyarakat yang berpekara di Pengadilan Agama.”Tujuan saya dengan penilaian ini untuk membuat peradilan agama lebih baik lagi. Saya beri waktu dua minggu untuk segera memperbaikinya. Setelah diperbaiki kirim video atau fotonya ke saya,” tegasnya.(RA/ Foto : AR)