RESMIKAN MUNAS DHARMAYUKTI KARINI, KETUA MA IMBAU SELURUH ANGGOTA UNTUK SEMANGAT DALAM MODERNISASI

Jakarta-Humas: Ketua Mahkamah Agung, Prof. Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., meresmikan munas (musyawarah nasional) Dharmayukti Karini pada Rabu 12 Januari 2022 di Conference Centre Mahkamah Agung Lt. 12, Jakarta.

Acara munas ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang non-Yudisial, para Ketua Kamar Mahkamah Agung, Ketua Umum Dharmayukti Karini, para pengurus Dharmayukti Karini, dan undangan lainnya.

Tema yang diusung Munas kali ini, yaitu “Dengan Musyawarah Nasional ke-VII Dharmayukti  Karini  Tahun  2022  Kita  Optimalkan kapasitas Sumber Daya Organisasi melalui Teknologi Informasi.”  

Terkait tema, Ketua Mahkamah Agung menyatakan bahwa hal tersebut menyiratkan adanya tekad dan semangat modernisasi di tubuh organisasi Dharmayukti Karini. Hal itu, menurutnya, sangat relevan dengan situasi dan perkembangan zaman saat ini, karena tranformasi teknologi yang terjadi pada semua bidang kehidupan dewasa ini senyatanya tidak bisa dihindari, melainkan harus diterima sebagai bagian dari aktivitas kehidupan saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Mahkamah Agung yang menjabat sebagai Pelindung Dharmayukti Karini ini menyampaikan bahwa semangat modernisasi harus terus digaungkan hingga ke seluruh pengurus dan anggota Dharmayukti Karini agar pergerakan organisasi dapat berjalan lebih cepat, karena sebuah organisasi yang besar tidak bisa berjalan sendiri. Karena menurutnya, ibarat sebuah gerbong kereta, kecepatan laju lokomotif harus sama dengan kecepatan gerbong-gerbong yang ada di belakangnya, sedangkan untuk mampu bergerak cepat harus didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang memadai.

Oleh karena itu, Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi sudah menjadi sentral fokus dalam semua dimensi kehidupan saat ini, namun, teknologi  tidak  lebih  dari  sekedar  sarana  dan  alat bantu saja, sedangkan pelaku utamanya tetaplah manusianya.

“Banyak hal yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Seberapa pun canggihnya alat dan sarana IT yang kita miliki, jika sumber daya manusianya tidak mampu menggunakan secara maksimal maka alat dan sarana IT yang kita miliki akan menjadi sia-sia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sebaliknya, meskipun  alat  dan  sarana  IT  yang kita miliki masih sangat terbatas, namun jika kita memiliki SDM yang kreatif dan inovatif, maka akan selalu ada jalan untuk bisa memenuhi keterbatasan tersebut. Oleh sebab itu, saya sangat mendukung atas upaya Dharmayukti Karini untuk mengoptimalkan kapasitas sumber daya organisasi sebagaimana yang  menjadi tema dalam munas kali ini, karena sesungguhnya proses modernisasi harus dimulai dari manusianya sendiri.

DHARMAYUKTI HARUS MENJADI ORGANISASI BESAR

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dharmayukti Karini Ny. Budi Utami Syarifuddin menyampaikan bahwa Tema munas kali ini menjadi wujud komitmen Dharmayukti Karini dalam menyongsong era transformasi teknologi dengan memfokuskan pada faktor sumber daya di tubuh organisasi sebagai bagian terpenting dalam proses modernisasi.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan, namun kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi  pesatnya  kemajuan  teknologi  tersebut adalah pilihan. Hanya ada dua pilihan atas keniscayaan tersebut, menjadi bagian dari kemajuan teknologi atau tergilas oleh kemajuan teknologi itu sendiri. Tentu kita tidak menginginkan jika hanya menjadi korban dari kemajuan teknologi, melainkan kita harus menjadi bagian dari perubahan dan kemajuan tersebut.

Sudah saatnya Dharmayukti Karini tumbuh menjadi organisasi yang besar, setara dengan organisasi-organisasi  sosial  lainnya,  namun  hal  itu hanya bisa dilakukan jika kita memiliki tekad yang kuat dan saling bekerja sama untuk dapat mewujudkannya. Ibarat sebatang lidi, tidak mungkin mampu berfungsi untuk membersihkan lantai tanpa dipersatukan dengan batang-batang lidi yang lain, begitupun di tubuh organisasi, hanya dengan kekompakan dan kerja keras dari seluruh anggota Dharmayukti Karini, maka semua gagasan dan cita- cita yang besar akan dapat diwujudkan. (azh/RS)

Sumber: Mahkamah Agung RI