Kamis (25/07) Pegawai Pengadilan Agama Kisaran menyalurkan Zakat Mal kepada fakir miskin warga Kelurahan Sendang Sari. Penyerahan dan penyaluran ini dilakukan di Mushalla Al Adilin PA Kisaran setelah shalat dhuhur kepada 15 orang fakir miskin warga sekitar kantor. Zakat yang terkumpul dari 22 Pegawai (hakim dan pegawai) yang dipotong setiap bulan 2,5% yang sudah mencapai setahun pemotongannya sengaja dipercepat penyaluran, hal ini dimaksudkan agar bisa dimanfaatkan oleh fakir miskin apalagi menjelang lebaran.

Kurniawan, S.Kom selaku bendahara pengumpul zakat unit PA Kisaran, menyampaikan bahwa zakat yang terkumpul dari Pegawai Kisaran untuk setahun ini, 10 % diserahkan kepada BAZ Kabupaten, 10 % untuk fakir miskin sekitar kantor dan 80% dikembalikan kepada Muzakki untuk disalurkan kepada fakir miskin sekitar si muzakki tersebut bertempat tinggal.

Para mustahik yang diundang untuk menerima zakat, ikut bersama-sama dengan Pegawai Pengadilan Agama Kisaran melakukan shalat zhuhur berjamaah dan juga mendengarkan ceramah ba’da zhuhur yang disampaikan oleh Ust. Mukhlis Pulungan, S.Ag, MH. Diantara beberapa pesan dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa setiap perintah Allah terkandung dua dimensi yaitu dimensi ibadah (hubungan hamba dengan Khalik) dan juga mempunyai hubungan Insaniyah (sosial) yang dalam pengertian yang luas hubungan social ini juga bernilai ibadah sejauh yang kita lakukan itu adalah mencari ridha Allah. Salah satu contoh konkrit adalah yang akan kita lakukan pada saat ini yaitu penyaluran zakat, disatu sisi  zakat ini adalah perintah Allah dan disisi lain juga berfungsi sosial, yaitu kepedulian terhadap sesama.

Ketua Pengadilan Agama kisaran (Drs.H. Munir, SH, M.Ag), sebelum acara pembagian menyampaikan sedikit sambutan, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa apa yang dilakukan pada hari ini adalah perbuatan mulia dan perlu terus dilakukan, karena itu ia meminta kepada seluruh Pegawai Kisaran agar merasa berbahagia ketika bisa menjadi orang-orang yang tangan diatas sesuai anjuran hadits Nabi SAW dan jangan merasa berat ketika diambil zakat karena itu adalah perintah Allah, yang peruntukannya adalah sebagai wujud kebersamaan kita terhadap para fakir Miskin. “Sedikit pada kita tapi banyak nilainya bagi saudara-saudara kita yang butuh” ujar beliau dalam sambutannya.

Kepada para mustahik beliau berharap, janganlah ini dilihat dari segi jumlah nilai yang diberikan, namun yang paling penting adalah hubungan dan kepedulian kepada sesama. “Kami memang bermaksud agar bapak dan ibu bisa banyak menerimanya baik dari segi jumlah maupun penerimanya, tetapi karena segala keterbatasan, maka hanya beberapa belasan orang saja yang dapat kami berikan pada kesempatan ini, Insya Allah kedepan kita berharap ada peningkatannya”, tutup beliau.