Oleh Ridwan Anwar
Jumat, 13 Mei 2011 08:23

Kunker Dirjen ke Maluku Utara:

“Religious Court Reform Awards”

ba

Dirjen sedang memberikan sambutan pada acara pembukaan Bimtek. Duduk sebelah kanan adalah Ketua PTA, M. Natsir R Pamalingo. Duduk di sebelah kiri adalah Direktur Pembinaan Tenaga Teknis, Purwosusilo, sebagai salah satu narasumber.

Ternate, Badilag.net |12-05-2011|

Ditjen Badilag kini sedang melakukan upaya pembinaan yang intens agar program-program pembaruan dan reformasi birokrasi dapat terlaksana dengan baik di lingkungan peradilan agama seluruh Indonesia.
“Untuk memotivasinya, Badilag berencana akan memberikan penghargaan-penghargaan kepada PTA dan PA yang berprestasi di bidang pelaksanaan program reformasi ini”.

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, mengemukakan hal itu di depan para peserta Bimtek Hakim dan Panitera PTA dan PA-PA se Maluku Utara di Ternate, Selasa (10/5) sore.

Sebagai tindak lanjut dari rapat konsinyasi Tim Pembaruan Mahkamah Agung, 3-4 Mei 2011, Dirjen Badilag segera membentuk Tim Monitoring Pelaksanaan Program-program Prioritas Pembaruan dan Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan peradilan agama.

Tim Monitoring yang terdiri dari pegawai-pegawai muda potensial di Badilag ini diberi tugas untuk memonitor, sekaligus menyiapkan bahan-bahan pembinaan, termasuk metoda yang digunakan untuk meningkatkan upaya pelaksanaan pembaruan dan RB.

“Tim ini semacam Tim Asistensi Pokja Pembaruan di Mahkamah Agung”, kata Dirjen. Bedanya, lanjut Dirjen, Tim Monitoring di Badilag ini semuanya berasal dari pegawai atau pejabat intern Badilag, berbeda dengan Tim Asistensi di MA.

Program-program Prioritas.

Di depan sekitar 60 orang peserta Bimtek, Dirjen mempresentasikan program-program prioritas yang harus juga mendapat perhatian para pimpinan PTA dan PA.

Program-program tersebut antara lain (1) Penyelesaian Perkara, (2) Pola Bindalmin dan SIADPA, (3) Manajemen SDM dan SIMPEG, (4) Pelayanan Publik, (5) Meja Informasi, (6) Posbakum, Sidkel dan Prodeo,  dan (7) Pengembangan  Situsweb.

Peningkatan pelaksanaan program-program prioritas ini dilakukan dengan melakukan pengefektipan Bimtek,  pembinaan yang intens, peningkatan perhatian dari para pimpinan pengadilan dan pemanfaatan sarana prasarana, termasuk teknologi, secara efisien dan efektif untuk kepentingan pelaksanaan RB.

ba

Para Peserta Bimtek

“Religious Court Reform Awards” (RCRA)

Untuk memotivasi seluruh PTA dan PA, Ditjen Badilag telah merencanakan program pemberian penghargaan kepada PTA dan PA yang dipandang berprestasi dalam pelaksanaan program ini. “Sebutlah, ‘Religious Court Reform Awards’”, tegas Dirjen.

Tahap awal, direncanakan pada akhir Mei 2011 yang dekat ini akan ada acara pemberian “Religious Court Website Awards” (RCWA) yang merupakan bagian dari RCRA.

Acara ini akan dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Nasional yang diselenggarakan HISSI (Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syari’ah Indonesia) bekerjasama dengan Ditjen Badilag. “Insya Allah, pemberitahuan dan undangan menyusul”, katanya lagi.

“Siap-siap saja, PTA dan PA yang termasuk the Best of the Best dan PA-PA terbaik di lingkungan PTAnya masing-masing, dalam hal situsweb, menurut penilaian NLRP tahun 2011, mudah-mudahan mendapat RCWA”, ungkap Dirjen.    

Pemanfaatan Face Book Oleh Warga Peradilan Agama.

Dalam sessi dialog, Anwar Haryanto, Hakim Pratama Muda PA Soasiu, menanyakan tentang sikap Dirjen mengenai pemanfaatan FB oleh warga pengadilan, terutama hakim.

“Saya sangat mengharapkan agar semua warga peradilan agama memahami dan dapat menggunakan teknologi informasi dengan baik. Termasuk FB”, kata Dirjen.   Oleh karena itu, lanjut Dirjen, menggunakan FB oleh warga pengadilan, termasuk hakim, pada  dasarnya adalah suatu hal yang sangat positif.
Dirjen juga mendukung aspirasi, kreatifitas dan fikiran-fikiran warga peradilan yang dimuat di FB. “Hanya tolong, kehormatan hakim dan warga pengadilan tetap harus dijaga”, tuturnya.

“Tampilkanlah aspirasi, kreatifitas dan fikiran-fikiran itu dengan menggunakan bahasa dan simbul-simbul yang terhormat. Tidak merusak kehormatan hakim dan warga pengadilan”, tegasnya lagi.

ba

Sebagian Pegawai PA Ternate berpose bersama Dirjen di ruang tunggu, depan Posbakum. Ketiga kanan belakang adalah M Yusuf, KPA Ternate, sedangkan paling kanan depan adalah  Jainudin Zaman, Pansek.

Launching Religious Court English Course.

KPTA Maluku Utara, H.M. Natsir R Pomalingo, dalam laporan pembukaan acara Bimtek, menyatakan bahwa di lingkungan peradilan agama se Malut kini sedang dikembangkan penguasaan bahasa asing. “Ini penting dalam rangka meningkatkan kualitas SDM untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok”, katanya.

“Tahap awal, kami akan mengadakan kursus Bahasa Inggris untuk hakim dan pegawai PTA dan PA”, lanjut KPTA yang menyampaikan sebagian sambutannya itu dalam Bahasa Inggris.

“Saya mohon Pak Dirjen berkenan me’launching’ pembukaan kegiatan kursus Bahasa Inggris  secara resmi, langsung setelah membuka acara Bimtek ini”, ujar KPTA dalam Bahasa Inggris yang fasikh.

Dirjenpun menyambut gembira inisiatif KPTA dan jajarannya untuk mengadakan kursus Bahasa Inggris di Maluku Utara ini.

Setelah memberikan sambutan dan membuka acara Bimtek secara resmi,  Dirjenpun meresmikan pembukaan kegiatan kursus ini, dengan memberikan sambutan singkat dan me’launching’nya. Juga dalam Bahasa Inggris.

‘Kontrak Kinerja’ Tentang Peningkatan Kualitas Situsweb
.

Dirjen mengapresiasi PTA dan PA-PA se Malut tentang pengelolaan situsweb. Menurut hasil penilaian NLRP, 2011,  3 PA di Malut mendapat nilai cukup tinggi. Masing-masing 20 untuk PA Soasiu dan 19 untuk PA Labuha dan PA Morotai. Nilai ini di atas rata-rata nilai PA secara nasional, yaitu 15,6.  

Sementara itu, PA Ternate yang mempunyai nilai tertinggi se Malut pada tahun 2010, yaitu 17 (nilai rata-rata PA tahun 2010 hanya 11,1), menurut penilaian tahun 2011 hanya memperoleh nilai 5.

“Kami sangat kecewa dan tidak bisa tidur setelah mendapat nilai sangat rendah dan paling jelek ini”, kata M. Yusuf, KPA Ternate yang dikenal cukup lincah dan gaul ini. “Kami terus mencari penyebabnya dan bagaimana memperbaikinya”, tuturnya lagi.

Ternyata setelah diteliti, tambah Yusuf, saat dilakukan penilaian, kami sedang melakukan migrasi data dari sistem lama ke sistem baru.

Hal ini dibenarkan oleh Roy, staf khusus bidang TI yang juga w
akil dari Malut yang dipanggil Badilag untuk mengembangkan SIADPA PLUS, bulan lalu di Bandung. “Sekarang sudah normal kembali Pak”, katanya kepada Dirjen.

Di bagian akhir pembinaannya, Dirjen tanpa bosan menjelaskan urgensi dari pemanfaatan situsweb bagi pengadilan. Dirjenpun mengajak KPTA, para KPA dan seluruh peserta Bimtek untuk lebih memanfaatkan media TI ini.

Dirjenpun membahas permasalahan yang ada di masing-masing pengadilan dalam mengelola situsweb. Selanjutnya para pimpinan pengadilan se Malut ini diminta kesanggupannya untuk melengkapi fitur situsweb masing-masing sesuai KMA 1/144 yang telah dirubah oleh KMA 1-144/2011.

“Semacam kontrak kinerjalah”, kata Dirjen setengah bercanda.

Akhirnya para KPA menyanggupi secara aklamasi bahwa sebulan setelah Bimtek ini, situswebnya masing-masing siap untuk dinilai ulang dan siap untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi. 

Selain membuka dan memberi materi pada Bimtek, dalam kunker ini Dirjen juga sempat mengunjungi Posbakum yang ada di PA Ternate dan melihat perkembangan pembangunan gedung PA Soasiu yang baru. (Adli Minfadli Robby).