Ketua Pengadilan Tinggi Agama Medan (Drs. H. Soufyan M. Saleh, SH)  selasa 19 November 2013 membuka secara resmi kegiatan Fokus Group Diskusi (FGD) di Aula Melati Kantor Bupati Kabupaten Asahan-Kota Kisaran.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Hakim, Panitera/Sekretaris, Wakil Panitera, Panitera Muda Permohonan, Panitera Muda Gugatan dan Panitera Muda Hukum empat Pengadilan Agama, yaitu Pengadilan Agama Kisaran, Pengadilan Agama Tanjung Balai, Pengadilan Agama Rantau Perapat dan Pengadilan Tebing Tinggi.

Kegiatan yang berlangsung satu hari penuh, pada acara pembukaannya turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran dan mewakili dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan (H. Sofyan) turut memberi sambutan pada acara pembukaan FGD tersebut, sebelum memberikan sambutan beliau menyampaikan permohonan maaf Bupati, karena sedianya ia bisa hadir pada kegiatan ini namun karena disaat bersamaan harus ke Jakarta maka dintunjuklah kami untuk mewakilinya. Dalam sambutannya Sekda menyampaikan selamat datang kepada para peserta diskusi di Kota Kisaran. Diskusi ini juga diharapkan dapat melahirkan rumusan-rumusan yang baik dalam meningkatkan kepercayaan, citra dan wibawa Peradilan di mata masyarakat sesuai dengan tema kegiatan ini. Pemerintah Daerah akan memberikan dukungan untuk kesuksesan acara ini dan juga siap untuk membantu pelaksanaan sidang keliling pelayanan  satu atap untuk pemenuhan hak-hak dasar bagi masyarakat Asahan terutama masyarakat miskin “justice for the poor” dan justice for the all”.

Ketua PTA Medan dalam sambutan dan pengarahannya pada pembukaan kegiatan ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah dimaksudkan untuk peningkatan kualitas aparat Peradilan Agama, terutama dalam hal kualitas putusan. Dari sekian banyak putusan yang lahir dilingkungan PTA Medan, ada sebagiannya dikritik oleh berbagai pihak bahwa putusan Pengadilan Agama kurang berkualitas. Sebenarnya  sumber daya manusia kita sudah sangat lumayan namun ada sebagiannya masih kurang serius, untuk itu maka perlu keseriusan kita semua dalam segala hal terutama dalam hal putusan harus berkualitas. Karena pada putusan yang berkualitas ini dismaping terpenuhinya unsure materil dan formil juga harus terpenuhi unsur filosofi, pada unsur filosofi ini diharapkan putusan ini akan menjadi sumber ilmu bagi masyarakat dan akan menjadi inspasi. Dengan putusan yang berkualitas dapat menyelesaikan sengketa dan mengurangi resiko. Kebiasaan masyarakat kita sekarang ini kalau sudah ke Pengadilan sudah payah/sukar untuk berdamai, hal ini berbeda dengan di Barat kebanyakan mereka berdamai ketika sampai di Pengadilan.

Pada akhir sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan atas dukungannya, kepada semua peserta agar dapat mengikuti acara ini dengan penuh keseriusan dan ketekunan sehingga akan lahir ide dan gagasan baru dan baik dalam rangka penyusunan materi dan format putusan yang berkualitas.

Ketua PA Kisaran (Drs. H. Munir, SH, M.Ag) selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini berlanghsung selama satu hari penuh yaitu Selasa 19/11/13, dengan jum;ah peserta seluruhnya 58 orang dengan rincian 38 Hakim, 4 Panitera/Sekretaris, 4 Wakil Panitera dan 12 orang Panitera Muda dari  4 PA yang mengadakan acara ini. Nara sumbernya berasal dari Hakim Tinggi PTA Medan, Ketua PA (Kisaran, Tanjung Balai, Rantau Perapat dan Tebing Tinggi), Alwin, S.Ag, MH (Hakim PA Tanjung Balai) dan Drs Lisman, SH, MH (hakim PA Rantau Perapat). Dengan dua topik pembahasan yaitu mengenai Putusan yang berkualitas dan Berita Acara Sidang yang baik dan benar.

Setelah penyampaian makalah dan diskusi acara ini diakhiri dengan diskusi kelompok yang dibagi 3 kelompok, kelompok pertama mengenai materi putusan, kelompok dua mengenai format dan bentuk putusan dan kelompok tiga mengenai BAS. Pada pukul 17.30 acara ini ditutup secara resmi oleh Hakim Tinggi Pengawas Drs. H. Syamsuddin Harahap, SH mewakili Ketua PTA Medan.