Ketua MA Beri Apresiasi kepada Buku “Courting Reform”

 

a

Ketua Mahkamah Agung RI (keempat dari kanan) dan Chief Justice of Family Court Australia (ketiga dari kanan) antusias menyambut peluncuran buku “Courting Reform” edisi Bahasa Indonesia.

Jakarta l badilag.net

Buku “Courting Reform: Indonesia’s Islamic Courts and Justice for the Poor” edisi Bahasa Indonesia mendapat apresiasi yang tinggi dari Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa.

“Buku ini dapat memberi kontribusi yang signifikan dalam pembaharuan peradilan di Indonesia,” ujar Ketua MA, dalam acara penutupan Konferensi IACA, pekan kemarin (16/3).

Buku “Courting Reform” edisi Bahasa Indonesia memang diluncurkan di sela-sela penutupan konferensi yang diikuti para peserta dari 18 negara itu. Edisi Bahasa Indonesia buku tersebut berjudul “Reformasi Peradilan Pasca Orde Baru”.

Buku ini ditulis oleh Cate Sumner dan Prof Tim Lindsey. Isinya mengupas reformasi peradilan di Indonesia, terutama peradilan agama dalam kaitannya dengan pemberian akses yang lebih luas kepada masyarakat miskin untuk memperoleh keadilan.

Pada acara peluncuran buku itu, Cate Sumner—peneliti dan aktivis NGO asal Australia—menyerahkan buku yang ditulisnya kepada Ketua MA, Presiden IACA Jeffrey Apperson, dan beberapa orang lainnya. Sementara itu, Prof Tim Lindsey tidak bisa hadir dan diwakili istrinya, Julia Suryakusuma.

Menurut Ketua MA, buku ini dapat menjadi referensi masyarakat domestik dan internasional untuk melihat perkembangan peradilan Indonesia. Di samping itu, buku ini selaras dengan cita-cita MA untuk mewujudkan peradilan yang agung.

“Saya juga mengharapkan adanya buku-buku serupa yang membahas lingkungan peradilan lainnya,” tandasnya.

Chief Justice of The Family Court of Australia, Diana Bryant, juga berbahagia atas peluncuran buku ini. Dia mengungkapkan hal itu ketika memberikan sambutan.

Dia menuturkan, buku ini lahir berkat kerjasama berbagai pihak, bukan hanya Mahkamah Agung RI dan Family Court Austalia, tetapi juga lembaga-lembaga lainnya.

b

Cate Sumner, Julia Suryakusuma (istri Prof Tim Lindsey) dan Dirjen Badilag Wahyu Widiana. Sama-sama bangga karena hasil kerjanya mendapat apresiasi tinggi.

“Kami senang dapat terlibat dalam proyek ini karena dapat membantu masyarakat miskin mengakses keadilan, khususnya untuk menyelesaikan masalah-masalah keluarga,” tuturnya.

Usai peluncuran buku ini, kepada badilag.net, Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyatakan perasaan bahagianya. “Sekali lagi, peradilan agama mendapat perhatian dan apresiasi yang luas dari berbagai kalangan. Ini melecut kita untuk bekerja lebih baik lagi,” tuturnya.

(hermansyah l hirpan hilmi)