Jum’at (21/02/14), Ketua Pengadilan Agama Kisaran (Drs.H. Munir, SH, M.Ag) menyampaikan ceramah dihadapan para Mahasiswa/i Fakultas Hukum Universitas Asahan di Kota Kisaran. Kegiatan yang dilaksnakan selama 2 (dua) hari dalam rangka Pembekalan (Coaching) kepada para mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Hukum UNA yang akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diberi nama Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum setempat, menampilkan beberapa orang penceramah/narasumber, diantaranya dari Pengadilan Agama Kisaran, Kepala BNN Asahan, Kapolres Asahan dan dari unsur Dosen setempat. Giliran narasumber pertama adalah Ketua Pengadilan Agama Kisaran diberi waktu dari pukul 09.30 wib s/d 11.00 wib dimintakan untuk menyampaikan tentang Hukum Perkawinan atau sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Hukum Perkawinan.

ketua_una_1

Ketua dalam pengantar ceramahnya menyampaikan bahwa  menyangkut dengan eksistensi UU No. 1 Th. 1974 tentang Perkawinan, sebenarnya hampir semua masyarakat Indonesia mengetahui bahwa UU ini mengatur tentang Perkawinan di Indonesia, mengapa tidak karena UU ini termasuk salah satu UU di Negeri ini yang tergolong sudah tua sampai saat ini sudah berumur sekitar 40 tahun, belum pernah diamandemen dan dirubah, pemberlakuannya masih cocok  sampai saat ini. UU yang disahkan pada tanggal 2 januari 1974  mulai berlaku secara efektif dengan lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tanggal 1 April 1975.

Sebenarnya banyak hal yang perlu kita sampaikan dan diskusikan tentang persoalan Undang-Undang Perkawinan dalam pertemuan ini, namun mengingat waktu yang tersedia sangat singkat, maka pembicaraannya difokuskan pada persoalan Pencatatan Nikah sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (2) Undang-undang ini.

ketua_una_2

Pencatatan Perkawinan, meskipun bukan merupakan faktor penentu sahnya sebuah perkawinan, namun ia mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pasangan suami isteri dan keluarganya. Pencatatan nikah lebih terlihat pada fungsi social einginering, dimana Undang-undang ini menginginkan dan merekayasa sedemikian rupa agar sebuah perkawinan yang keabsahannya ditentukan oleh faktor Agama dan kepercayaannnya masing-masing seperti terlihat pada pasal 2 ayat (1), harus langgeng, tujuan mulia haru terwujud, perlindungan dan kepastian hukum mesti terjamin, sehingga salah satu caranya untuk terwujud hal ini adalah dengan adanya pencatatan perkwainan.

Untuk saat ini bisa kita katakan bahwa pencatatan perkawinan bukanlah sekedar persyaratan administratif semata, tetapi harus lebih dari itu. Saat ini kita lihat pernikahan yang tidak tercatat, banyak memunculkan persoalan dan masalah, karenanya persoalan pencatatan sudah merupakan satu kemestian dan sudah wajib hukumnya, meskipun bukan wajib dalam pengertian syar’i. Mengapa tidak, karena pencatatan perkawinan merupakan salah satu bukti konkrit adanya sebuah perkawinan. Akta Nikah juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan hak-hak identitas, misalnya akta kelahiran, KTP, Paspor, askes, tunjangan keluarga dan lain-lain sebagainya. Karenanya kepada Mahsiswa yang sebentar lagi akan melakukan pengabdian masyarakat lewat kegiatan Kuliah Kerja lapangan bisa menyampaikan hal ini. Saat ini masih banyak pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak melakukan pencatatan, hal ini bukanlah semata-mata kesalahan pada masyarakat, tetapi kesalahan ini bisa jadi dikarenakan kurangnya penyuluhan, faktor biaya atau  kelalaian petugas dan lain-lain sebagainya. Setelah penyampaian materi acara dilanjutkan dengan tanya jawab.

February 25, 2014 Artikel ini telah dilihat : ‘0’ kali
PA Kisaran Laksanakan Descente Perkara Harta Bersama di Desa Rahuning 2, Kec. Rahuning, Kab. Asahan
Kisaran | https://www.pa-kisaran.go.id Pengadilan Agama (PA) Kisaran melaksanakan descente perkara ...
PA Kisaran Ikuti Sosialisasi Aplikasi IKPA PTA Medan
Kisaran | https://www.pa-kisaran.go.id Pengadilan Agama (PA) Kisaran mengikuti Sosialisasi Aplikasi ...
Keluarga Besar Ibu-ibu Pengadilan Agama Kisaran Gelar Pertemuan Rutin dan Silaturahmi
Kisaran | https://www.pa-kisaran.go.id Keluarga Besar Ibu-ibu (KBI) Pengadilan Agama Kisaran ...
Pengadilan Agama Kisaran Sembelih Dua Ekor Sapi Kurban dan Bagikan Dagingnya kepada Masyarakat Sekitar
Kisaran | https://www.pa-kisaran.go.id Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha ...
Sidang Keliling Pengadilan Agama Kisaran Kembali Digelar di Batu Bara
Kisaran | https://www.pa-kisaran.go.id Pengadilan Agama Kisaran kembali menggelar sidang keliling ...