Pelantikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis (22/2)

Oleh Hermansyah

Selasa, 22 Februari 2011 18:33

Badilag Miliki Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Baru

Jakarta l badilag.net

Setelah Drs. H. Zuffran Sabrie, MH purnabhakti, Ditjen Badilag kini memiliki Direktur  Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama baru. Drs. Purwosusilo, SH, MH, secara resmi menduduki jabatan itu setelah dilantik Sekretaris Mahkamah Agung, Drs. H. M. Rum Nessa, SH, MH. Pelantikan itu dilakukan di Gedung Sekretariat MA, Selasa (22/2/2011).

“Jabatan adalah amanah. Semoga dapat dilaksanakan dengan baik,” kata Sekretaris MA di hadapan sejumlah pejabat teras MA dan pegawai Badilag. Di antara pejabat teras itu ialah Kepala Badan Urusan Administrasi, Kepala Balitbangdiklatkumdil serta Dirjen Badilag.

Sekretaris MA berharap agar Pak Purwo—sapaan akrab Drs. Purwosusilo, SH, MH–selalu menjaga intregitas dalam menjalankan tugas. “Saya percaya Pak Purwo dapat menjalankan jabatan yang baru ini dengan baik,” tuturnya.

 

ba

Drs. Purwosusilo, SH, MH, dilantik dan diambil sumpahnya oleh Sekretaris Mahkamah Agung sebagai Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama.

 

Sebelumnya, Pak Purwo menjabat sebagai Panitera Muda Perdata Agama MA. Setelah ini, Pak Purwo akan membawahi empat Sub Direktorat, yaitu Subdit Mutasi Hakim, Subdit Mutasi Panitera, Subdit Pengembangan Tenaga Teknis serta Subdit Data dan Evaluasi.

 

Dirjen Badilag Wahyu Widiana turut berbahagia atas pelantikan ini. “Saya dan keluarga besar Badilag mengucapkan selamat kepada Pak Purwo. Semoga dapat mengemban amanah ini sebaik-baiknya untuk mewujudukan visi-misi Mahkamah Agung, khususnya peradilan agama,” tuturnya.

Ucapan selamat juga disampaikan sejumlah pejabat Eselon II, III, dan IV Badilag. Pak Zuffran—panggilan Drs. H. Zuffran Sabrie, MH—juga menyatakan hal yang sama kepada Pak Purwo.

Dimulai dari Ponorogo

Lahir di Pacitan pada 29 September 1954, Pak Purwo memulai karirnya sebagai CPNS di PA Ponorogo pada 1980. Setahun kemudian, alumnus IAIN Jogjakarta ini diangkat menjadi PNS golongan III/a.

Selama tiga tahun, dari 1986 hingga 1989, Pak Purwo lantas menjadi Panitera Pengganti di PA Ponorogo. Setelah itu, dari 1986 hingga 1989, ia menjadi Panitera/Sekretaris PA Kodya Madiun.

Karirnya sebagai hakim dimulai pada 1991 di PA Kodya Kediri. Dua tahun kemudian, pada 1993, Pak Purwo dipromosikan menjadi Wakil Ketua di PA tersebut. Pada 1995 Pak Purwo dipindah ke PA Blitar. Ia tetap menjabat Wakil Ketua. Jabatan yang sama disandangnya ketika dipindah ke PA Banyuwangi pada 1996.

Setelah itu, selama lima tahun, Pak Purwo menjadi orang nomor satu di tiga PA yang berbeda. Ketiganya ialah PA Probolinggo (1998-2001), PA Tuban (2001-2003) dan PA Jakarta Barat (2003-2004).

Sejak 2004, Pak Purwo diangkat menjadi hakim tinggi di PTA Jakarta. Setelah itu, Bapak dengan empat putra ini sempat diperbantukan sebagai hakim pengawas di Badan Pengawasan sebelum menjadi Panitera Muda Perdata Agama.

Di Badilag, Pak Purwo sesungguhnya bukan ‘orang baru’. Sebelum ini, Pak Purwo kerap dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan penting seperti rapat koordinasi dengan Ketua PTA se-Indonesia. Pejabat berpangkat Pembina Utama Madya ini juga cukup berperan dalam menggodok SEMA 10/2010 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Hukum serta Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis Posbakum.