Jakarta | badilag.mahkamahagung.go.id

Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. Dr. M. Hatta Ali, S.H., M.H resmi melantik dan mengambil sumpah Drs. H. Busra, S.H., M.H, sebagai Hakim Agung Kamar Agama, Kamis (12/3). Pelantikan yang dilaksanakan di Ruang Kusuma Atmadja, lantai 14, Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, dihadiri para pimpinan MA, Hakim Agung, beberapa ketua dan perwakilan lembaga negara, pejabat eselon I, II MA dan tamu undangan lainnya.

Selain Busra, Hatta Ali juga melantik satu Hakim Agung dari Kamar Pidana, dua Hakim Agung dari Kamar Perdata dan satu Hakim Agung dari Kamar Militer. Selain itu Hatta Ali juga melantik dua Hakim Ad Hoc pengadilan tidak pidana korupsi tingkat kasasi dan satu Hakim Ad Hoc pengadilan hubungan industrial tingkat kasasi.

Pelantikan Hakim Agung ini tertuang dalam surat keputusan Presiden RI No. 23/P tahun 2020 tanggal 26 Februari 2020. Sementara pelantikan Hakim Ad Hoc berdasarkan surat keputuan Presiden RI No. 27/P tahun 2020 tanggal 6 Maret 2020.

“Dengan rahmat Tuhan yang Maha Esapada hari ini, Kamis, 12 Maret 2020 saya melantik sebagaimana telah disebutkan masing-masing sebagai Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung. Semoga Tuhan Yang Maha Esa melimpahkan lindungan dan tuntunan-Nya,” ujar Hatta Ali.

Lima Hakim Agung dan tiga Hakim Ad Hoc ini dilantik setelah komis III DPR meloloskan mereka dalam rapat pleno penetapan calon Hakim Agung bulan Januari yang lalu.

Jejak Karir

Lahir di Padang, 24 Juni 1956, Busra mengawali karirnya sebagai CPNS di PA Padang Sidempuan, pada tahun 1980. Setahun kemudian ia menjadi PNS di tempat yang sama.

Pada tahun 1983, Busra mutasi ke PA Medan sebagai Wakil Sekretaris. Sembilan tahun kemudian yaitu pada tahun 1992, ia promosi menjadi Wakil Ketua PA Balige. Masih di satker yang sama, pada tahun 1996 Busra menjadi Ketua.

Satu tahun menjadi ketua PA Balige, ia dimutasi menjadi ketua PA Lubuk Pakam. Ia memulai tugas sebagai ketua PA Balige tahun 1997. Delapan tahun kemudian yaitu tahun 2005, Busra kembali dimutasi sebagai ketua PA Stabat.

Pada tahun 2007, ia hijrah ke pulau Jawa yaitu sebagai wakil ketua PA Jakarta Selatan. Masih dipulau Jawa, setahun kemudian Busra promosi menjadi ketua PA Jakarta Utara.

Karirnya sebagai Hakim di Pengadilan Tinggi Agama dimulai tahun 2011. Ia promosi menjadi Hakim Tinggi di PTA Medan. Empat tahun menjadi Hakim Tinggi di PTA Medan, ia kembali ke pulau Jawa yaitu sebagai Hakim Tinggi di PTA Jakarta.

Karirnya semakin menanjak ketia ia dipromosikan menjadi Wakil Ketua PTA Padang pada tahun 2017. Pada tahun sama, Busra mutasi menjadi Wakil Ketua PTA Pekanbaru. Dua tahun kemudian yaitu pada tahun 2019, Busra promosi menjadi Ketua PTA Kupang dan di tahun yang sama ia dimutasi menjadi Wakil Ketua PTA Surabaya.(RA | Foto : Humas MA)